URGENSI MEMPELAJARI SUNNAH

28 Agu

Manfaat ilmu hadits sangat besar dan penting bagi umat Islam seluruhnya. Karena keberadaannya sangat menentukan terhadap pemakaian nash-nash sebagai pedoman beramal. Jika kita simak para imam atau ulama hadits, maka cukuplah kata-kata mereka sebagai sugesti untuk itu. Imam Sufyan Ats-Tsaury berkata, “Saya tidak mengenal ilmu yang lebih utama bagi orang yang berhasrat menundukkan wajahnya di hadapan Allah selain dari pada ilmu hadits. Orang-orang sangat memerlukan ilmu ini sampai kepada soal soal kecil sekalipun, seperti makan dan minum memerlukan petunjuk dari al hadits. Mempelajari ilmu hadits lebih utama daripada menjalankan shalat dan puasa sunnat karena mempelajari ilmu ini adalah fardlu kifayah sedang shalat dan puasa sunnat adalah sunat”.

Kemudian Imam Syafi’i juga berkata, “Demi umurku. Ilmu hadits ini termasuk tiang agama yang paling kokoh dan keyakinan yang paling teguh. Tidak digemari selain oleh orang-orang jujur lagi taqwa, dan tidak dibenci selain oleh orang-orang munafiq”.

Al Hakim juga menandaskan, “Andaikata tidak banyak orang yang menghafal sanad hadits, niscaya menara Islam roboh dan niscaya para ahli bid’ah berkiprah membuat hadits mudlu’ dan memutarbalikkan sanad”.

Mempelajari ilmu hadits paling tidak akan mendapatkan dua sasaran utama, yaitu agar seseorang memiliki dasar pengetahuan tentang hadits yang bersandar kepada Nabi saw ataukah tidak, atau seseorang akan  mengetahui mana hadits dan mana yang bukan hadits. Kemudian dari hadits yang didapatkannya tersebut, seseorang akan mendapatkan ilmu pengetahuan dari sisi hukum apakah hadits tersebut dapat diterima ataukah tidak.

Ilmu hadits itu pada dasarnya terbagi dalam dua bagian yaitu: Ilmu Hadits Riwayah dan Ilmu Hadits Dirayah

Ilmu Hadits Riwayah ialah ilmu yang memfokuskan kepada cara-cara penukilan, pemeliharaan dan penyusunan terhadap apa-apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan (taqrir) dan sebagainya. Ilmu ini hanya menukilkan dan menuliskan apa adanya baik matan maupun sanadnya, tanpa membahas apakah matannya janggal atau cacat, apakah sanadnya bersambung ataukah tidak, juga tidak membahas apakah rawinya adil, kuat ingatannya (dhabith) ataukah tidak.

Tujuan ilmu hadits riwayah adalah untuk menghindari salah penulisan atau salah kutip terhadap apa-apa yang disandarkan kepada Nabi saw.

Sedangkan Ilmu Hadits Dirayah disebut juga Ilmu Mushthalahul Hadits, yaitu ilmu yang membantu kita untuk mengetahui hal ihwal sanad, matan, cara menerima dan menyampaikan suatu hadits,  keadaan perawi, syarat-syarat perawi dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya.

Ilmu ini berkompeten meneliti kelakuan atau sifat-sifat perawi juga keadaan sanad serta matannya dengan tujuan untuk menetapkan apakah suatu hadits itu kedudukannya maqbul (dapat diterima) ataukah mardud (tertolak).

Pekerjaan meneliti suatu hadits ini dilakukan setelah tersedianya atau ditemukannya suatu hadits yang keadaannya utuh dan apa adanya, dari hasil penelusuran dan pembuktian (verifikasi) ilmu hadits riwayah. Maka kemudian dicermati pada rawi, matan dan sanadnya untuk dinilai dan divonis menurut hukum/kaidah-kaidah Ilmu Mushthalahul Hadits.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: