SUNNAH HAMMIYAH ATAU AHWALIYAH

29 Agu

Sebagian ulama hadits ada yang menambahkan perincian sunnah tersebut dengan sunnah hammiyah.Karena dalam diri Nabi saw terdapat sifat-sifat, keadaan-keadaan (ahwal) serta himmah (hasrat untuk melakukan sesuatu).

Dalam riwayat disebutkan beberapa sifat yang dimiliki beliau seperti, “bahwa Nabi saw. selalu bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula kasar, tidak suka berteriak, tidak suka berbicara kotor, tidak suka mencela,..” Juga mengenai sifat jasmaniah beliau yang dilukiskan oleh sahabat Anas ra. sebagai berikut:

“Rasulullah itu adalah sebaik-baik manusia mengenai paras mukanya dan bentuk tubuhnya. Beliau bukan orang yang tinggi dan bukan pula orang yang pendek.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Termasuk juga dalam hal ini adalah silsilah dan nama-nama serta tahun kelahiran beliau. Adapun himmah (hasrat) beliau misalnya ketika beliau hendak menjalankan puasa pada tanggal 9 ‘Asyura, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra: “Di kala Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat berkata kepada Nabi saw. : “Ya Rasulullah, bahwa hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.” Kata Nabi saw. : ”Tahun yang akan datang, insya Allah, aku akan berpuasa tanggal sembilan.” (HR Muslim dan Abu Daud)

Namun sebelum sampai tahun tersebut beliau sudah wafat. Menurut Imam Syafi’i dan rekan-rekannya hal ini termasuk sunnah hammiyah. Sementara  menurut Asy Syaukani tidak demikian, karena hamm ini hanya kehendak hati yang tidak termasuk perintah syari’at untuk dilaksanakan atau ditinggalkan.

Dari sifat-sifat, keadaan-keadaan serta himmah tersebut yang paling bisa dijadikan sandaran hukum sebagai sunnah adalah hamm. Sehingga kemudian sebagian ulama fiqh mengambilnya menjadi sunnah hammiyah. Maka dari beberapa klasifikasi sunnah sebagaimana diuraikan tersebut di atas, yang berdimensi hukum atau yang dapat dijadikan landasan syari’at adalah:

  1. Sunnah qauliyah
  2. Sunnah fi’liyah
  3. Sunnah taqririyah
  4. Sunnah hammiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: