KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI SAW

29 Apr

Membahas keadaan para sahabat Nabi saw, maka kita akan mendengar tentang keutamaan-keutamaan mereka. Para fuqaha (ulama-ulama fiqh), tabi’in dan bahkan para sahabat sendiri telah sepakat akan keutamaan itu.

Mereka menempatkan salah seorang sahabat paling utama adalah Abu Bakar ash shidiq ra. Semua telah memaklumi kesahabatan serta kedekatannya dengan Nabi saw yang diabadikan dalam surat At Taubah ayat 40[1].

Penetapan tersebut juga berdasarkan petunjuk-petunjuk beberapa hadits yang menjelaskan nama beliau dengan ash shidiq. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Nabi saw tentang pribadi Abu Bakar ra, jawab beliau, “Itulah orang yang disebut oleh Allah swt dengan nama ash-shidiq”.[2]

Kemudian setelah Abu Bakar ra adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khathab ra, Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib ra.

Keutamaan berikutnya adalah mereka tempatkan kepada sepuluh sahabat yang digembirakan dengan surga adalah:

  1. Khalifah Abu Bakr Ash-Shadiq
  2. Khalifah Umar bin Khthab
  3. Khalifah Utsman bin Affan
  4. Khlaifah Ali bin Abi Thalib
  5. Sa’ad bin Abi Waqash,
  6. Sa’id bin Zaid,
  7. Thalhah bin Ubaidillah,
  8. Zubair bin Awwam,
  9. Abdurrahman bin Auf dan
  10. Abu Ubaidah Amr bin Al Jarrah.

Berikutnya lagi adalah para sahabat yang mengikuti perang Badr Kubra yang berjumlah 313 orang.

Adalagi para sahabat yang mengikuti perang Uhud. Jumlah mereka banyak sekali, di antara yang gugur ada 70 orang, 4 orang syuhada tersebut  dari Muhajirin dan selainnya dari Anshar.

Kemudian para sahabat yang menghadiri Bai’atur Ridwan di Hudaibiyah. Allah swt telah rela terhadap mereka, sebagaimana tercantum dalam surat Al Fath: 18[3]

Seterusnya para sahabat  dari as sabiqunal awwalun (generasi awal masuk Islam). Tentang siapakah mereka ada perselisihan pendapat. Ada yang mengartikan Ahlu Bai’atur Ridwan (para sahabat yang mengikuti baiatur ridlwan), dan sebagian yang lain mengatakan mereka adalah yang mengalami shalat dua kali pergantian kiblat. Sebagian lagi mengatakan mereka adalah ahli Badr, dan ada juga yang mengatakan mereka adalah yang masuk Islam sebelum terkalahkan kota Mekah.


[1] “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”(QS At-Taubah: 40).

[2] Lihat Ikhtishar Mushthalahul Hadits, Drs. Fatchur Rahman, PT Al Ma’arif, cet. 10, hal 286. Ibnu Jarir mengomentari surat al lail ayat 6: “wa shaddaqa bil husna (dan yang membenarkan adanya pahala yang terbaik”, bahwa ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan sifat atau pribadi Abu Bakar.

[3] “Sungguh Allah telah ridha terhadap orang-orang mu’min, ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon …” Dan juga hadits:”Tidak masuk neraka, seseorang dari mereka yang mengikrari janji setia di bawah pohon”. (HR Ahmad)

2 Tanggapan to “KEUTAMAAN PARA SAHABAT NABI SAW”

  1. ummu zubair 28/08/2012 pada 22:14 #

    Ijin share… terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: