MUSIBAH SEBAGAI TARBIYAH

6 Mei

Musibah Gempa dan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 (image by: mymoen.wordpress.com)

Manusia akan mendapatkan keberhasilan dan kebaikan-kebaikan manakala dirinya mampu bertahan dengan terpaan musibah atau ujian. Semakin banyak ujian yang mampu ia hadapi semakin kuat pula kepribadiannya. Hidup ini tidak akan sunyi dari dinamika kehidupan. Susah dan senang, sukses dan bangkrut, mulia dan dihina, dipuji dan dicaci, kesukaran dan kemudahan, kelapangan dan kesempitan, musibah atau barokah, semua akan menghadang setiap manusia di perjalanan hidupnya. Semuanya dalam sunah kauniyah-Nya. Dia akan menilai hamba-Nya  dari reaksi yang muncul seorang hamba yang diuji tersebut berupa tindakan atau ucapannya.

Dalam Hadits Qudsi disebutkan:

 “Allah swt. berfirman kepada malaikat-Nya: “Pergilah kepada hamba-Ku. Lalu timpakanlah bermacam-macam ujian kepadanya karena aku mau mendengar suaranya.” (HQR Thabrani yang bersumber dari Abu Umamah r.a.)

Siapa saja yang mampu menjadikan musibah atau ujiannya sebagai tarbiyah (yang berarti pendidikan, atau dalam ini penggemblengan) sehingga ia sabar menjalaninya, maka dialah yang akan menang. Kemenangan yang hakiki dan puncak segala kemenangan adalah dapat meraih ridho-Nya. Tak ada kesuksesan atau kemenangan setelah itu. Jika Allah swt. sudah memberikan ridho kepada hamba-Nya maka Dia-lah pelindung serta petunjuk baginya.

Firman Allah swt. dalam Hadits Qudsi:

“Wahai hamba-hamba-Ku, Aku telah berikan kurnia kepada kalian dan Aku telah meminta hutang, pinjaman atau kredit dari kalian. Barangsiapa yang telah memberikan sesuatu kepada-Ku dari apa yang telah Aku kurniakan itu dengan ta’at, niscaya Ku seragamkan (membalasnya) dalam waktu singkat (dunia) dan Kusimpan baginya untuk waktu mendatang (akhirat). Tetapi barangsiapa yang Kuambil daripadanya sesuatu yang telah Kuberikan itu secara paksa , namun ia bersabar dan berusaha dengan ikhlas karena Allah, niscaya Kuwajibkan pemberian hadiah dan rahmat-Ku baginya, dan Kucatatkan bahwa bahwa dia termasuk orang yang dapat petunjuk, dan Kuperkenankan dia menikmati pandangan kepada-Ku.” (HR. Rafi’i dari Abu Hurairah r.a.)

 Di manapun dan kapanpun sebuah tarbiyah akan membawa kepada kebaikan. Musibah yang bersifat mendidik seseorang akan menjadikan dirinya lebih baik.

“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda, “Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka diberikan cobaan kepadanya.” (HR Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: