Pertimbangan dalam Nahi Munkar

8 Mei

Agar amar ma’ruf nahi munkar tidak kontra produktif dengan tujuannya, maka Imam Ibnul Qoyyim telah menyampaikan beberapa pertimbangan dalam mengubah kemungkaran yaitu dengan beberapa pertanyaan evaluatif,seperti:

  1. Apakah kemungkaran tersebut akan hilang dan berganti dengan sebaliknya?
  2. Ataukah kemungkaran berkurang namun tidak bisa dihapus sama sekali?
  3. Kemudian apakah kemungkaran itu berganti dengan kemungkaran lain yang serupa?
  4. Atau kemungkinan kemungkaran tersebut justru berganti dengan kemungkaran yang lebih parah darinya?

Dengan demikian kita akan senantiasa meyadari bahwa dakwah amar ma’ruf nahi munkar bukanlah aktivitas yang berdasar kepada: kepentingan sesaat, kepentingan pribadi dan golongan, sekedar aktualisasi diri dan apalagi balas dendam. Namun ia adalah jalan Allah swt, semua wajib mentati syari’atNya, diawali sejak niat, metode dan sarana serta tujuannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: