KLASIFIKASI HADITS

28 Agu

Suatu hadits jika dilihat berdasar pada banyak dan sedikitnya rawi, maka hadits tersebut akan terbagi ke dalam dua klasifikasi, yaitu: Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad.

Hadits Mutawatir

Hadits Mutawatir ialah hadits hasil tangkapan panca indra yang diriwayatkan oleh sejumlah besar rawi, yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka berkumpul dan bersepakat dusta.

Hadits mutawatir itu adalah hadits yang populer atau tenar di kalangan banyak orang yang meriwayatkan. Karena jumlahnya yang teramat banyak, maka tak perlu lagi diselidiki tentang ke-dhabith-an (kuatnya ingatan) dan keadilannya, karena hal demikian sudah menjamin dari persepakatan dusta. Selain itu hadits mutawatir memiliki syarat bahwa berita yang disampaikan oleh para rawi itu berdasar pada pendengaran atau penglihatan sendiri, bukan hasil pemikiran atau hasil kesimpulan. Dalam hadits mutawatir terdapat sanad yang banyak sekali hingga kadang sulit diketahui jumlahnya. Pada keadaan yang seperti ini jika ternyata hadits mutawatir tersebut tetap memiliki susunan redaksi (lafadz) yang sama antara riwayat yang satu dengan yang lainnya maka disebut “hadits mutawatir lafdzy”. Namun jika terdapat susunan redaksi yang berlain-lainan akan tetapi ada kesamaan ma’na maka disebut dengan “hadits mutawatir ma’nawy”.

Hadits ahad

Haditst Ahad adalah hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir. Hadits ini terbagi dalam:

1.      Hadits Masyhur (diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih, namun belum mencapai derajat mutawatir)

2.      Hadits Aziz (diriwayatkan oleh dua orang)

3.         Hadits Gharib (diriwayatkan oleh satu orang)

Kemudian jika hadits dibagi menurut kredibilitas hukumnya, maka akan terdapat tiga klasifikasi, yaitu: Hadits Shahih, Hadits Hasan dan Hadits Dha’if

Hadits shahih

Haditst Shahih adalah hadits yang memenuhi syarat:

  • Rawinya adil
  • Rawinya dhabith (sempurna ingatannya)
  • Sanadnya bersambung
  • Tidak ber‘illat (cacat hukum)
  • Maknanya tidak janggal

Hadits shahih yang memenuhi kriteria tersebut dinamakan juga dengan shahih lidzatihi.

Hadits hasan

Hadits Hasan adalah hadits yang keadaannya:

  • Rawinya adil
  • Rawinya kurang dhabith
  • Sanadnya bersambung
  • Tidak ber‘illat (cacat hukum)
  • Maknanya tidak janggal

Hadits  dha’if (lemah)

Hadits Dha’if adalah hadits yang kehilangan satu syarat atau lebih dari syarat-syarat hadits shahih atau hasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: