Mengenali Hadits

28 Agu

CONTOH HADITS NABAWI :

Telah memberitakan kepadaku Muhammad bin al-Mutsanna, katanya: ‘Abdul-Wahhab ats-Tsaqafy telah mengabarkan kepadaku, katanya: Telah berkata kepadaku Ayyub atas pemberitaan Abi Qilabah dari Anas dari Nabi Muhammad saw., sabdanya:

“Tiga perkara, yang barangsiapa mengamalkannya niscaya memperoleh kelezatan iman. Yaitu (1) Allah dan Rasul-Nya hendaknya lebih dicintai daripada selainnya; (2) Kecintaanya kepada seseorang, tak lain karena Allah semata dan; (3) Keengganannya kembali kepada kekufuran, seperti keengganannya dicampakkan ke neraka.” (HR. Bukhari)

Dalam contoh hadits di atas susuan kalimat yang dicetak miring adalah disebut matan, yang mana susunan kalimat tersebut merupakan isi atau materi berita (materi hadits). Kemudian nama-nama orang yang dicetak tebal adalah para perawi hadits, yang dimulai dari rawi pertama (orang yang pertama kali meriwayatkan) yaitu Anas ra. Setelah itu Anas ra. menyampaikan kepada Abu Qilabah (rawi kedua), lalu Abu Qilabah menyampaikan kepada Ayyub (rawi ketiga), dan Ayyub menyampaikannya kepada ats-Tsaqafy (rawi keempat). Ats-Tsaqafy melanjutkan menyampaikan berita tersebut kepada Muhammad Ibnul-Mutsanna (rawi kelima), hingga kepada Al Bukhary sebagai rawi terakhir.

Hal demikian itu jika dilihat dari jalur rawi pertama hingga terakhir (Al Bukhari). Jika dilihat dari jalur sanad, maka sanad pertama adalah dimulai dari Al Bukhary yang menyandarkan beritanya kepada Muhammad bin al-Mutsanna, kemudian Muhammad bin al-Mutsanna menyandarkan kepada ‘Abdul Wahhab ats-Tsaqafy dan seterusnya hingga sampai kepada sanad terakhir yaitu Anas ra. Maka dapat dikatakan bahwa Al Bukhary tersebut merupakan sanad pertama dan sebagai rawi terakhir bagi kita.

HADITS QUDSI

Pengertian secara bahasa:

Kata “al qudsi” dinisbahkan kepada kata “al quds” yaitu suci. Penisbahan ini mengandung rasa hormat (ta’dzim), karena muatan kata tersebut menunjukkan suatu kebersihan atau kesucian. Maka Hadits Qudsi menunjukkan suatu hadits yang dinisbahkan kepada Dzat Yang Mahasuci, yaitu Allah SWT. Atau bisa mengandung pengertian suatu berita (hadits) yang dibawa oleh Nabi saw. yang disandarkan kepada Allah swt. Dalam hal ini Nabi saw. meriwayatkan atau menjadi perawi kalam Allah swt. tersebut dengan lafadz beliau sendiri. Istilah lain yang sinonim untuk hadits qudsi adalah Hadits Rabbani atau Hadits Ilahi.

Pengertian secara istilah:

Secara definitif pengertian Hadits Qudsi adalah: “Sesuatu yang dikabarkan Allah swt. kepada Nabi-Nya dengan perantaraan Jibril atau melalui ilham atau mimpi, untuk kemudian Nabi saw. menyampaikan makna dari ilham atau mimpi tersebut dengan ungkapan kata-kata (redaksi) beliau sendiri.”

Bila sesorang meriwayatkan hadits qudsi, maka ia meriwayatkannya dari Nabi saw. dengan disandarkan kepada Allah swt. maka ia akan mengatakan:

“Rasulullah saw. bersabda mengenai apa yang diriwayatkan (disampaikan) dari Tuhannya” atau ia akan mengatakan:

“Rasulullah saw. mengatakan: Allah Ta’ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta’ala…”

Atau lafadz-lafadz lain yang semakna dengan hal tersebut, setelah selesai menyebutkan rawi yang menjadi sumber (pertama) yaitu sahabat.

Format (susunan) yang demikian tidak terdapat dalam hadits nabawy (hadits biasa).

Contoh Hadits Qudsi:

  1. Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. mengenai apa yang disampaikan dari Tuhannya ‘Azza wa Jalla; “Tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafkah, baik di waktu malam atau siang hari…”  (HR. Bukhari)

 

  1. Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Aku menurut sangkaan hamba-Ku. Bila dia menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan bila dia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di kalangan orang banyak yang lebih baik dari itu…” (HR Bukhari & Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: