PENGERTIAN SUNNAH, HADITS, KHABAR DAN ATSAR DALAM ILMU MUSTHALAH HADITS

28 Agu

Dalam ilmu musthalah hadits lafadz sunnah, khabar dan atsar ditinjau secara ilmiah metodologis menurut pengertian bahasa (etimologi/lughah) dan pengertian menurut istilah (terminologis). Sunnah menurut etimologi berarti “jalan”, sedangkan menurut terminologi adalah apa-apa yang disandarkan kepada Nabi saw, baik perkatan, perbuatan atau taqrir (penetapan).

Maka dengan demikian sunnah dalam arti terminologi ini identik dengan pengertian hadits. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa pengertian sunnah dangan hadits itu berbeda; hadits terbatas pada perkataan dan perbuatan Nabi saw, sedang sunnah lebih luas.

Sedangkan pengertian khabar menurut etimologi berarti “berita” yaitu lawan dari dongeng, karangan (insya). Menurut terminologi, terdapat tiga pendapat:

  1. Khabar identik dengan hadits
  2. Khabar adalah sesuatu yang datang selain dari Nabi saw, sedangkan hadits sebaliknya. Sebutan “Muhaddits” adalah bagi orang-orang yang menggeluti bidang ilmu hadits. Sebutan “Akhbari” adalah bagi orang-orang yang menggeluti bidang ilmu sejarah dan yang sejenisnya.
  3. Pengertian hadits adalah lebih khusus dari pada khabar, sehingga setiap hadits pasti khabar, namun tidak setiap khabar pasti hadits.

Pengertian atsar menurut etimologi berarti “sisa” atau makna yang setara dengannya. Sedangkan menurut terminologi, terdapat dua pendapat:

  1. Atsar identik dengan pengertian hadits
  2. Atsar adalah sesuatu yang datang dari sahabat baik perkataan maupun perbuatan (sehingga disebut hadits mauquf). Dengan demikian atsar merupakan peninggalan, bekas sesuatu dari Nabi saw yang tersisa pada para sahabat. Jadi khabar yang datang dari Nabi saw dan kemudian melekat tersisa pada diri para sahabat. Dengan kata lain bahwa sesuatu yang datang dari Nabi saw adalah khabar, yang datang dari sahabat adalah atsar.

Dari urain di atas menjadi jelas bahwa sebenarnya kata sunnah, hadits, khabar atau atsar adalah sinonim, dikarenakan merupakan sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. Periwayatan yang datang dari sahabat atau tabi’in sebenarnya bersumber dari tuntunan atau ajaran Nabi saw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: