PERANGKAT ILMU-ILMU HADITS

28 Agu

Untuk mencapai sasaran atau tujuan dalam mempelajari hadits, maka dalam ilmu mushthalahul hadits banyak terdapat perangkat atau cabang-cabang ilmu pendukungnya, di antaranya adalah yang berkaitan dengan sanad, yaitu:

1. Ilmu Rijalil Hadits, yaitu ilmu yang membahas perihal kehidupan (biografi) para rawi, apakah dari kalangan sahabat, tabi’in atau tabi’ut tabi’in.

2. Ilmu Thabaqatir Ruwah, yaitu ilmu yang membahas para rawi ke dalam suatu pengelompokan sesuai dengan keadaannya.

3. Ilmu Jarh Wat Ta’dil(mencacat dan meng-adil-kan rawi), yaitu ilmu yang membahas hal ihwal para rawi dari segi diterima atau di tolak periwayatannya. Di sinilah muncul kritik karena adanya aib/cacat atau pujian adil terhadap para rawi yang dibahasnya. Ilmu ini akan membahas secara jeli seorang rawi dengan memberikan sifat yang menyebabkan kelemahan sehingga tertolak diriwayatkan, serta memberikan sifat adil sehingga hadits yang diriwayatkan diterima.

Kemudian yang berkaitan dengan matan:

1. Ilmu Gharibil Hadits, yaitu ilmu untuk mengetahui lafadz-lafadz dalam matan hadits yang sulit lagi sukar dipahami karena jarang digunakan.

2. Ilmu Asbabil Wurud, yaitu ilmu yang menjelaskan sebab-sebab lahirnya suatu hadits.

3. Ilmu Tawarikhul Mutun,yaitu ilmu yang menerangkan tentang kapan atau waktu apa sebuah hadits keluar dari Rasulullah saw. (yaitu berupa perkataan atau perbuatan beliau).

4. Ilmu Nasikh dan Mansukh, yaitu ilmu yang membahas hadits-hadits yang saling berlawanan maknanya yang tak mungkin dapat dikompromikan dari segi hukum yang terdapat pada sebagiannya, karena ia sebagai nasikh (penghapus) terhadap hukum yang terdapat pada sebagian yang lain, atau karena ia sebagai mansukh (yang dihapus). Karena itu hadits yang mendahului adalah sebagai mansukh dan hadits yang terakhir adalah sebagai nasikh.

5. Ilmu Mukhtaliful Hadits,yaitu ilmu yang membahas hadits-hadits yang secara lahirnya saling berlawanan. Kegunaan ilmu ini adalah untuk menghilangkan perlawanan itu atau mengkompromikan keduanya, sebagaimana halnya membahas hadits-hadits yang sulit dipahami atau diambil isinya, untuk menghilangkan kesukarannya dan menjelaskan hakikatnya.

Setelah ituyang berkaitan dengan sanad dan matan, yaitu Ilmu ‘ilalil Hadits.

’Illat suatu hadits adalah faktor yang dapat membuat cacat suatu hadits yang nampaknya tak bercacat.

Adapun Ilmu‘ilalil hadits berarti ilmu yang membahas faktor-faktor tersembunyi yang dapat mempengaruhi kredibilitas sehingga membuat suatu hadits menjadi cacat hukum, seperti:

  • Menganggap bersambung sanad suatu hadits yang sebenarnya terputus
  • Menyandarkan materi suatu berita kepada Nabi saw padahal sebenarnya hanya bersandar pada sahabat saja.
  • Menyisipkan suatu hadits pada hadits yang lain
  • Meruwetkan sanad dengan matannya

dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: