PERBEDAAN AL QUR’AN DENGAN HADITS QUDSI

28 Agu

 

 

AL QUR’AN

AL HADITS (QUDSI)

1 Lafadz (ayat-ayat) Al Qur’an adalah mu’jizat. Orang-orang Arab ditantang untuk membuat surat yang serupa, namun hingga hari kiamat tiba tak akan ada yang mampu membuatnya, walau hanya satu surat sekalipun. Dalam kemu’jizatan ini pula  Al Qur’an bisa menjadi penyembuh/penawar (syifaa’un) Bukan merupakan mu’jizat,  tidak untuk menantang serta tidak untuk penyembuh/ penawar.
2 Diriwayatkan atau dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya adalah mutlak. Para sahabat diperintahkan untuk mencatatnya. Selama kurun waktu wahyu masih turun (zaman tanzil) Nabi saw. langsung mendiktekan serta kemudian ditetapkan ayat dan surahnya. Kebanyakan merupakan khabar ahad, sehingga kepastiannya masih dugaan. Adakalanya shahih, adakalanya hasan dan ada pula yang dha’if.

Selama zaman tanzil tidak dibenarkan mencatatnya.

3 Membacanya merupakan ibadah. Setiap huruf yang dibacanya akan bernilai sepuluh kebaikan. Pahalanya bersifat umum, yaitu pahala membaca Al Hadits (Qudsi) tidak sama dengan pahala membaca Al Qur’an.
4 Kumpulan kalimat dalam Al Qur’an disebut ayat serta dihimpun dalam suatu surah. Kumpulan kalimatnya tidak bisa disebut dengan ayat ataupun penyebutan surah.
5 Al Qur’an dibaca di dalam ibadah shalat. Tidak disuruh membaca di dalam shalat.
6 Ada hukum atau adab-adab khusus terhadap mushaf Al Qur’an. Misalnya pantangan menyentuh serta membacanya bagi yang berhadats besar, dan sebagainya. Tidak ada hukum atau adab-adab khusus
7 Meriwayatkan Al Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja, atau mengganti dengan lafadz yang sinonim. Boleh meriwayatkan dengan maknanya saja, serta kadangkala terdapat lafadz-lafadz yang sepadan.
8 Hanya dinisbahkan kepada Allah swt. sehingga dikatakan : Allah Ta’ala telah berfirman. Kadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah swt, namun nisbah hadits qudsi kepada Allah tersebut merupakan nisbah yang dibuatkan.

Kadang pula disandarkan kepada Nabi saw. tapi nisbahnya adalah nisbah kabar, karena Nabi saw. yang menyampaikan hadits itu dari Allah swt. Maka dikatakan: “Rasulullah saw. mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya..”

8 Diwahyukan kepada Nabi saw. dengan perantaraan Jibril. Hadits Qudsi kadang-kadang diwahyukan (diriwayatkan) melalui Jibril, kadangkala melalui mimpi atau terkadang melalui ilham.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: