Dinamika Periwayatan Hadits

29 Agu

Para perawi dalam menerima suatu riwayat/hadits mengalami dinamika sesuai keadaan yang dihadapi. Dari beberapa macam bentuk penerimaan hadits dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Perawi mendengar sendiri dari perkataan gurunya.
  2. Perawi menyuguhkan hadits ke hadapan sang guru, baik ia sendiri membacanya ataupun orang lain dan didengarkan olehnya.
  3. Metode ijazah, yaitu pemberian izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadits daripadanya atau kitab-kitabnya.
  4. Munawalah, yaitu seorang guru memberikan naskah hadits kepada muridnya untuk diriwayatkan.
  5. Mukatabah (korespondensi), yaitu seorang guru yang menulis hadits ditujukan kepada orang lain.
  6. Wijadah, memperoleh hadits yang tidak diriwayatkannya dari orang lain.
  7. Washiyah, yaitu pesan seseorang di kala akan mati atau bepergian, dengan sebuah kitab agar diriwayatkan.
  8. I’lam, yaitu pemberitahuan guru kepada muridnya bahwa hadits yang diriwayatkannya adalah riwayatnya sendiri yang diterima dari guru seseorang, dengan tidak mengatakan (menyuruh) agar si murid meriwayatkannya. Kasus demikian kemungkinan karena adanya cacat dalam hadits tersebut, sehingga tidak boleh diriwayatkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: