PARADIGMA DAKWAH

31 Agu

Sesungguhnya, dakwah adalah seni mengelola orang sehingga dibutuhkan kepiawaian serta kearifan yang hal tersebut melibatkan unsur rasa atau kelembutan jiwa. Dakwah juga merupakan manajemen mengelola manusia agar manusia dapat merasakan peranan dan indahnya Islam. Dalam dakwah, kebenaran saja tidak cukup karena masih membutuhkan komunikasi dan seni. Jika dianalogikan Islam adalah sebagai air susu, dan pada peradaban sekarang air susu diminum dengan gelas, maka sudah barang tentu agar susu itu dapat diterima di masyarakat tidaklah disajikan dengan tempurung kelapa. Jika analogi itu adalah  beberapa biji cabe yang disajikan begitu saja kepada seseorang, yang mana cabe itu kapan pun dan di mana pun ia pastilah pedas, maka pastilah berbeda dengan cabe yang disajikan dengan menyertakan tahu Sumedang atau bakwan goreng.

Ada juga analogi kongkrit dari pengalaman seorang saudara kita yang pernah mengajar di Sekolah Dasar di sebuah desa daerah pedalaman nan terpencil. Suatu saat ketika ia bertanya kepada murid-murid kelas satunya di dalam kelas, “Berapa lima ditambah dua, anak-anak?” Ada beragam jawaban dari murid-murid tersebut. Ada yang diam, ada menjawab sepuluh, ada yang menjawab sembilan, ada yang menjawab empat. Maka spontan sang guru menyanggah, “Salah! Yang benar adalah tujuh”. Apa yang terjadi? Pada keesokan harinya tak satu pun murid kelas satu tersebut yang berangkat ke sekolah. Setelah diusut, ternyata mereka merasakan sangat berat dan sulit untuk bersekolah, dan akhirnya mereka bersepakat memilih ikut orang tuanya kembali berburu di hutan.

Setelah beberapa usaha dilakukan akhirnya para siswa tersebut ada yang kembali ke sekolah. Maka sang guru mulai mengemas metode mengajarnya dengan cara simpatik, tidak melukai perasaan anak-anak pedalaman tersebut. Saat itu jika ia bertanya kepada muridnya, “Berapa lima ditambah dua?” dan jika jawaban siswa salah, sang guru itu mengatakan, “Bagus!, Tapi besok lagi jika jawabnya adalah tujuh, itu lebih bagus lagi”. Dan akhirnya para siswa itu berhasil menyelesaikan sekolahnya.

Sarana adalah peradaban yang berubah sesuai dengan tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Akhirnya etika akan terlibat jauh dalam berbagai persoalan pensikapan dakwah. Etika yang dimaksud adalah etika dakwah, perihal tata krama dakwah atau adab yang mesti dijunjung tinggi dalam berdakwah, karena sumbernya dari syari’at.

8 Tanggapan to “PARADIGMA DAKWAH”

  1. sanji0ne0ne 31/08/2012 pada 11:10 #

    kelihatannya umat islam sekarang mulai jauh dari agama, kelihatannya perlu digalakkan lagi dakwah biar umat tidak terlalu jauh

    • nurahmad007 04/09/2012 pada 10:03 #

      digencarkan saja mas sanji0ne0ne, kalo galak ntar pada takut. syukran, sudah mampir.

  2. AMM 02/09/2012 pada 07:35 #

    sepakat, walau dakwah itu tak semudah teori, yang pertama dan utama adalah pembinaan diri.

  3. hidayat nomor wahid 03/09/2012 pada 15:33 #

    cara pandang dakwah pasti mempengaruhi proses dan hasilnya bagi umat. ada yg dakwah dg kelembutan karena melihat nabi saw sbagai sosok kelmbutan. ada yg dakwah dg keras karena melihat beliau sbg sosok teladan dlm memberantas kemungkaran…he hee ikut nimbrung nihh🙂

    • nurahmad007 04/09/2012 pada 10:10 #

      para ulama dakwah senantiasa menekankan pentingnya kelurusan niat dan kebersihan fikrah serta gerak dakwah yg tertata. syukran mas hidayat,silahkan mampir lagi.

  4. Roz 22/09/2012 pada 08:28 #

    Saya ingin tahu ttg radikalisme dalam agama, mohon kiranya ada opini ttg hal tersebut, trims. maaf ngrepotin.

    • nurahmad007 23/09/2012 pada 17:32 #

      wah, ini sungguh repot mas/mba roz, tp cobalah tunggu..trima kasih sdh mampir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: