Masuk Islam karena iddah

4 Sep

REPUBLIKA.CO.ID, AMERIKA — Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

5 Tanggapan to “Masuk Islam karena iddah”

  1. surabayer 05/09/2012 pada 08:48 #

    Ass wr wb

    Setelah berusaha melacak nama, institusi, dan sumber ilmiah artikel Republika berikut, sepertinya artikel Republika berikut ini belum bisa 100% dipercaya nilai kebenarannya:

    Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam
    Jumat, 31 Agustus 2012, 14:20 WIB

    http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/08/31/m9lz2z-garagara-iddah-pemimpin-yahudi-masuk-islam#comment-form

    Alasan:

    1. Tidak ditemukan nama “Robert Guilhem” di situs Resmi Albert Einstein College https://www.einstein.yu.edu/ (hal ini mudah dilakukan, ketik pada google.com berikut tanpa tanda kurung [Guilhem site:www.einstein.yu.edu]

    2. Sumber rujukan artikel republika tsb tidak lebih dari situs jejaring social Socyberty.com, jika dilacak di google, akan ketmu link berikut, yang ketika diklik, ternyata artikel tersebut sudah lenyap. http://socyberty.com/society/genetics-experts-jewish-leader-albert-einstain-college-robert-guilham-islam/

    3. Tidak ada situs pemberitaan resmi lainnya yang dapat ditemukan, seperti jurnal ilmiah temuan tersebut, atau situs2 yg layak dipercaya lainnya.

    Saya mohon dengan hormat kepada pihak Republika agar memberi tahu saya/publik rujukan ilmiah artikel tersebut dari jurnal ilmiah. Kenapa dari jurnal ilmiah?, karena artikel tersebut menyinggung-nyinggung hal ilmiah, shg kebenaran ilmiahnya bisa dipertanggung jawabkan jika ada rujukan literatur ilmiah. Ini penting mengingat artikel tersebut telah menyebar luas, termasuk di milis-milis islam dan kemungkinan dapat diambil sebagai bahan ceramah. Jika terbukti artikel tersebut tidak benar, maka ini bisa menyesatkan masyarakat.

    Wallaahu a’lam

    Abu Hadid

    • nurahmad007 05/09/2012 pada 09:13 #

      syukran, jazakallah, kami haturkan banyak terima kasih, jika berita tersebut meragukan akan kami pertimbangan untuk pemuatannya di blog ini. smoga confirm ini segera ditindaklanjuti oleh republika online.

  2. AMM 05/09/2012 pada 10:29 #

    mas admin, jangan segera meng-amini org yg mengcounter berita tsb sebab memg ada sklmpk org yg gerah dg berita tsb, lhat coments di bebrp situs/blog..ribut tuh mereka, mhn jangn buru2 hapus tulisan tsb dr blog ini biarlah apa adanya, setiap org punya hak pendirian dan penilaian yg g boleh dirampaz..

    • surabayer 05/09/2012 pada 10:37 #

      saya muslim mas, alhamdulillah, dan dikaruniai Allah belajar bidang yg terkait dgn genetika, mikrobiologi, bioteknologi, di luar negeri sampai S3 alias doktor. Berita tersebut memang tidak memiliki rujukan ilmiah sama sekali, dan belum dapat dipercaya. Kalau tidak percaya, silakan cari referensinya. Ini ibarat mengutip ayat Alquran atau hadits, tapi tidak mampu menunjukkan di surat mana ayat berapa atau hadits sohih riwayat siapa di kitab mana. Islam itu dibangun diatas bukti yang nyata, bukan kebohongan atau ketidak jelasan referensi sebagaimana artikel yahudi masuk islam tsb. Sebagai muslim kita harus adil, kalau salah ya katakan salah, tidak perlu takut. Hal itu tidak akan mengurangi kebenaran Islam atau AlQuran. Justru sebaliknya, membersihkan islam dari kebohongan dan hal-hal yang meragukan. Islam yang tinggi tdak akan direndahkan oleh berita tidak jelas seperti artikel republika tsb.

      • iwan_setiawan 20/09/2012 pada 17:19 #

        Yang jelas masa iddah wanita muslimah selama 3 bulan cuma ada dalam agama islam, dalam agama lain keterangan tentang masalah ini tidak ada. Hal Ini sudah cukup membuktikan bahwa islam agama yang benar dan diridhoi Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: