AKTIVIS DAKWAH JANGAN LAGI TAMPIL KUMUH

2 Okt

Kadangkala seorang aktivis dakwah yang mengurus umat tampak padanya penampilan yang kurang nyaman dipandang bahkan kumuh dikarenakan kesibukannya hingga ia melupakan urusan dirinya sendiri. Fenomena tersebut  acap kali terlihat utamanya pada kurun waktu sepuluh tahunan yang lalu.

Hal demikian terjadi kemungkinan dirinya lupa bahwa penampilannya dalam berpakaian tersebut dilihat dan diperhatikan oleh masyarakat pada umumnya dan juga obyek dakwahnya. Secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi kesan yang akan tergambar dalam benak ma’du (obyek dakwah). Jika aktivis dakwah tersebut adalah pengurus atau kader jama’ah sudah tentu akan membawa citra tersendiri bagi umat terhadap jama’ah. Para juru dakwah adalah ibarat penjual yang menawarkan dagangannya. Jika cara menyajikan dan penyajinya mampu menampilkan dengan profesional akan mampu menyedot pembeli atau paling tidak akan ada kesan positif yang mendalam bagi umat.

Perhatikan sebuah “fragmen” yang diperankan oleh malaikat Jibril dengan Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadits dari Umar r.a. berikut:

Suatu hari ketika kami duduk-duduk di hadapan Rasulullah s.a.w. tiba-tiba datang seorang laki-laki kepada kami, pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam, pada dirinya tidak tampak tanda-tanda habis bepergian, tetapi tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Akhirnya ia duduk di hadapan Nabi s.a.w. dan menyandarkan kedua lututnya kepada kedua lutut beliau dan meletakkan kedua telapak tangannya di kedua paha beliau,…Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia adalah Jibril, datang kepada kalian untuk mengajarkan kalian tentang agama.” (HR Muslim)

Dari “fragmen” tersebut kita dapat mengambil pelajaran (ibrah):

  1. Hendaklah seseorang itu memperhatikan kebersihan pakaiannya dan kebaikan penampilannya.
  2. Hendaklah orang yang datang meminta izin dan mengucapkan salam kepada orang-orang yang berada dalam majelis.
  3. Hendaklah orang yang bertanya memiliki sifat berani tetapi santun.
  4. Hendaklah orang bertanya tentang hal-hal yang prinsip dalam agama
  5. Orang yang ditanya wajib bersikap rendah hati.
  6. Orang yang ditanya hendaklah memohonkan ampunan atas kesalahan penanya.
  7. Jika orang yang ditanya tidak mengetahui tentang suatu hal, maka bukan merupakan aib bila ia mengatakan, “Saya tidak tahu.”
  8. Mengajari orang lain dengan cara bertanya kepada yang tahu.
  9. Agama meliputi kewajiban-kewajiban ibadah lahir dan batin, dan seterusnya.

Paparan tersebut memberikan taujihat (arahan) kepada para da’i agar dalam menyampaikan pesan-pesan Islam memperhatikan banyak aspek tata krama dan penampilan yang harus diterapkan.

Jika seorang aktivis akan berdakwah ke luar kota, hendaklah tidak langsung menuju majelis di mana ia akan ceramah. Namun singgah dahulu di sebuah tempat untuk mempersiapkan segala sesuatunya, dari penampilan, kondisi kekuatan fisik sampai persiapan sekilas materi yang akan disampaikan. Untuk menjaga stamina tubuh hendaklah makan terlebih dahulu agar hadirin di majelis tak merasa kasihan karena penceramahnya terlihat lemas, pucat atau sakit. Sisi lain dari pelajaran yang disajikan oleh Jibril adalah penampilan yang mempesona, hingga perawi hadits tersebut merasa perlu untuk menyampaikan kejadian tersebut.

Adapun dengan hadits berikut ini:

Barangkali orang yang kusut rambutnya dan berdebu, memakai kain yang usang (lusuh) dan tidak ada yang memperhatikan kepadanya, seandainya ia bersumpah atas nama Allah niscaya Allah akan mengabulkan sumpahnya itu, di antara mereka adalah Al-Bara’ bin Malik” (HR Muslim)

Dalam hadits tersebut tidaklah ada anjuran untuk memakai kain lusuh (usang), namun menuntunkan agar jangan menilai orang dari segi pakaiannya saja. Barangkali seseorang berpakaian lusuh karena tidak memiliki yang bagus dan ia adalah orang yang bertaqwa. Atau bisa jadi orang berpakaian lusuh karena zuhud, menjauhi gemerlap dunia juga popularitas yang semua itu bisa ditundukkan dengan kesederhanaan dalam penampilan. Sehingga penampilan tersebut merupakan sebuah pesan akan nilai zuhud. Sebab bagi orang yang zuhud, penampilannya tak akan merendahkan martabatnya, bahkan sebaliknya. Karena ia (orang yang zuhud) memiliki kapasitas dan kompetensi untuk itu.

Hal ini bisa terjadi di sisi perilaku kehidupan yang lain (di luar kancah dakwah), seperti kisah seorang pelukis ternama, Affandi, yang mengajar kuliah Mahasiswa seni di Belanda, ia hanya mengenakan kaos oblong dan kain sarung serta sandal jepit. Bagi Affandi hal itu tak akan menjatuhkan namanya, bahkan itu merupakan pesan seni yang merupakan kebebasan berekspresi, sebagaimana banyak dilakukan oleh para seniman. Bagi seorang konglomerat semacam Liem Siu Liong, (lihat juga Bob Sadino) yang hanya mengenakan celana pendek bersandal jepit, dengan lengan baju yang tergunting saat menghadap Presiden Soeharto di masa tersebut, maka para pejabat di istana negara pun hanya memaklumi saja dengan penampilan tersebut.  Sikap tersebut tak akan berhasil jika dilakukan oleh orang yang tak punya kapasitas dan kompetensi dalam hal itu.

Di antara sekian banyak kader dakwah atau jama’ah tidak akan banyak yang memiliki kemampuan dan kompetensi sebagaimana yang pernah dilakukan oleh orang-orang zuhud. Secara umum manusia menyenangi kerapian, kebagusan dan segala daya manusiawi. Kesemrawutan, kekumuhan dalam penampilan seorang da’i akan menjadi keprihatinan bagi obyek dakwah. Mereka belum percaya akan ke-zuhud-an da’i tersebut, dan mereka melihatnya sebagai da’i miskin yang patut disantuni, atau sebagai fenomena yang memprihatinkan di mata mereka.

Ibnu Mas’ud berkata, “Hendaklah kalian menjadi sumber-sumber ilmu, lampu-lampu hidayah, peralatan rumah tangga, pelita-pelita pada malam hari, hati yang baru dan pakaian yang tidak usang. Diketahui oleh penghuni langit dan tersembunyi dari penghuni bumi.”

Perhatikan juga aspek kerapian lokasi majelis, parkir, peletakan sepatu, kerapian administrasi sampai dengan kerapian acara, dan sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: