AKTIVIS DAKWAH YANG PELUPA

2 Okt

Ada lagi fenomena yang sering menimpa pada aktivis dakwah, yaitu lupa. Faktor penyebab lupa adalah kurangnya ihtimam (perhatian) terhadap perkara yang dihadapinya. Perhatiannya hanya cenderung kepada rutinitas kesehariannya, sehingga terabaikan perkara di luar rutinitasnya. Manusia memang mempunyai sifat lupa dan salah. Namun yang sulit untuk ditolerir adalah lupa yang berdampak buruk kepada umat dan mengundang banyak kritik. Sehingga sifatnya bukan lagi lupa tetapi lalai atau teledor karena ada banyak pihak yang dirugikan atau terzalimi. Tak bisa dipungkiri “karakter error” seperti ini akan bisa mengundang kejengkelan ataupun kemarahan pihak lain yang dirugikan. Kadangkala sifat lupa itu datangnya dari setan pemerdaya manusia agar amal seseorang tetap dalam keadaan tersalah atau tak kan mencapai maksud dan tujuannya.

Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” (Al An’am:68)

Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.” (Yusuf: 42)

Perhatikan juga hadis Ubai bin Kaab r.a:

“… Dikatakan kepada Musa: Bawalah ikan dalam sebuah keranjang. Di mana saja kamu kehilangan ikan tersebut, maka di situlah dia berada. Lalu Nabi Musa a.s berangkat bersama muridnya bernama Yusya’ bin Nun. Nabi Musa a.s membawa ikan tersebut di dalam sebuah keranjang. Nabi Musa a.s dan muridnya berangkat secara berjalan kaki sehingga sampai di sebuah batu karang besar yang sangat keras lalu Nabi Musa a.s dan muridnya tidur. Sementara itu, ikan yang berada di dalam keranjang tersebut bergerak dan keluar dari keranjang lalu terjun ke laut. Allah menahan ombak, sehingga menjadi seperti sebuah jembatan supaya ikan tersebut dapat melintasinya. Nabi Musa a.s dan muridnya merasa heran, mereka meneruskan perjalanan yang masih terbagi pada siang dan malam. Murid Nabi Musa a.s terlupa untuk memberitahunya. Pada suatu pagi Nabi Musa a.s berkata kepada muridnya: Bawalah makanan kemari, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini. Tetapi Nabi Musa a.s tidak akan merasa letih sebelum beliau sampai ke tempat yang diperintahkan. Muridnya berkata: Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di sebuah batu karang tadi aku terlupa menceritakan tentang ikan itu. Syaitan telah membuatkan aku lupa untuk menceritakannya. Ikan itu telah masuk ke dalam laut dengan cara yang sangat aneh sekali. Seterusnya Nabi Musa a.s berkata: Kalau begitu itulah tempat yang kita cari. Lalu kedua-duanya kembali ke tempat tersebut mengikuti jejak mereka yang dahulu sehinggalah mereka sampai ke tempat batu tersebut. ..” (HR Bukhari dan Muslim)

Hal ini juga telah tertera dalam Al Qur’an:

Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.” (Al Kahfi: 63)

Kisah Nabi Adam as. tergelincir dari surga juga karena lupa akan larangan Allah swt dan terkena bujuk rayu setan.

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (Thaha: 115)

Kekalahan kaum muslimin pada perang Uhud adalah kealpaan pasukan pemanah yang bertugas mengawasi dari bukit. Mereka (pasukan pemanah) lupa perintah Rasulullah saw tatkala beliau bersabda kepada mereka, “Berjagalah di tempat kalian ini dan lindungilah pasukan kita dari belakang. Bila kalian melihat pasukan kita berhasil mendesak dan menjarah musuh, janganlah sekali-kali kalian turut menjarah. Demikian pula andai kalian melihat pasukan kita banyak yang gugur, janganlah kalian bergerak membantu.”

Namun tatkala kaum muslimin berhasil mengusir pasukan musyrikin serta berhasil mengumpulkan barang rampasan, pasukan pemanah yang berjumlah sekitar empat puluhan, melupakan pesan Rasulullah saw tersebut dan segera turun bergabung dengan pasukan inti turut mengambil barang rampasan perang. Yang masih tetap berjaga di bukit adalah pimpinan mereka Abdullah bin Jubair beserta sembilan orang yang masih setia, seraya berkata, “Aku tidak akan melanggar perintah Rasulullah saw”.

Apakah kalian sudah lupa apa yang dikatakan Rasulullah saw kepada kalian?” sambungnya.

Akhirnya Khalid bin Walid dan Ikrimah berhasil membunuh sisa pasukan pemanah yang setia di bukit tersebut. Bahkan kejadian itu hampir-hampir saja membunuh Rasulullah saw. Ini adalah keteledoran yang sangat membahayakan, yang awalnya adalah lupa, namun setan telah mendorong mereka untuk terus melupakan pesan-pesan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw, dan segera ingin meraih kenikmatan sesaat untuk memperoleh harta rampasan perang. Dan harta rampasan perang itupun membuat mereka lupa perintah Nabinya. “Demi Allah, kami benar-benar akan bergabung dengan mereka agar kita mendapatkan bagian dari harta rampasan itu.” Setelah itu keadaan menjadi berbalik, pasukan muslimin menjadi terjepit. Sejarah perang Uhud tak akan terpisah dengan kisah ini, sebagai pelajaran yang amat berharga bagi kaum muslimin sepanjang masa.

Para aktivis dakwah, kader-kader jama’ah dan para du’at hendaknya menjadikan hal ini sebagai ibrah (pelajaran) yang kemudian bersedia introspeksi agar tak terjadi kezaliman-kezaliman di dalam jama’ah baik sesama kadernya maupun dengan umat pada umumnya. Lupa adalah sifat buruk yang tidak boleh menjadi kebiasaan, karenanya setan akan memperkeruh keadaan.

Satu Tanggapan to “AKTIVIS DAKWAH YANG PELUPA”

  1. hidayat nomor wahid 03/10/2012 pada 10:41 #

    astaghfirullah..kemaren makan di waroeng lupa g bayar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: