HADITS PALSU

11 Okt

Maudlu‘ berarti diciptakan atau direkayasa. Hadits-hadits palsu (maudlu‘) adalah hadits yang dibuat oleh seorang yang berdusta atas nama Nabi saw. baik secara sengaja ataupun tidak.Adapun motivasi kemunculannya disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya:

  • Perbuatan orang-orang zindiq atau orang yang tak suka dengan kemajuan Islam. Sebenarnya zindiq memiliki arti yang cukup banyak, yaitu: Seseorang yang tidak berpegang teguh terhadap agama. Orang Arab lebih mengenalnya dengan kata mulhid (مُلْحِدٌ) atau Atheis. Bisa juga berarti orang yang tidak percaya/mencela terhadap agama; Orang yang menolak loyalitasnya kepada Allah, mendukung kemusyrikan dan mengingkari hukum Allah Swt; Orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafirannya; Orang yang mengharamkan agama; Orang yang mengingkari hari akhirat dan rububiyah Allah Swt.
  • Konflik politik yang muncul sejak akhir kekhilafahan Utsman ra. dan awal pemerintahan Ali ra. Akibat dari problematika kepemimpinan ini muncul golongan atau kelompok seperti Syi’ah, Khawarij, Mua’wiyah, dan golongan Abbasiyah. Untuk mempertahankan idiologi atau madzhabnya mereka membuat hadits-hadits palsu, sehingga terjadi pengkultusan terhadap imam mereka.
  • Fanatisme suku atau bangsa
  • Membuat kisah-kisah dan nasihat untuk menarik minat pendengar. Mereka menganggap bahwa membuat hadits untuk at-targhib wat-tarhib (dorongan mendekati kebaikan dan dorongan menjauhi keburukan) demi kemaslahatan manusia diperbolehkan.
  • Orang yang ingin mencari keuntungan di hadapan penguasa
  • Faktor lain lagi yaitu karena malu kepada kebenaran sesudah meriwayatkan hadits dengan salah yang tak sengaja, atau karena kekeliruan yang tak disengaja. Bisa juga karena telah hilang kitab-kitabnya lalu ia meriwayatkan dengan hafalannya yang lemah.
  • Ada juga faktor usia lanjut yang sangat mungkin ada perubahan pada akalnya, padahal dahulunya menjadi rawi kepercayaan, dan di masa tua tersebut masih meriwayatkan hadits.

Ciri-ciri hadits palsu

Para ulama hadits telah membuat kriteria umum atau tanda-tanda hadits palsu (maudlu’), yang terdapat pada sanad maupun matan.  Ada pun tanda atau ciri tersebut adalah:

  • Kepalsuannya dinyatakan oleh pembuat hadits itu sendiri, baik secara eksplisit maupun implisit. Secara implisit, misalnya seorang rawi menerima hadits dari seorang guru, padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. Atau menerima dari seorang guru yang telah meninggal sebelum ia dilahirkan.
  • Bertentangan dengan rasio atau akal sehat dan tidak bisa ditafsirkan lain.
  • Bertentangan dengan realitas.
  • Bertentangan dengan Al Qur’an dan sunnah mutawatir, ijma’, serta tidak bisa dikompromikan.
  • Hadits tersebut secara tegas telah dinyatakan palsu (maudlu’) oleh banyak rawi secara mutawatir (jumlah mayoritas yang tidak mungkin terjadi kedustaan).
  • Hadits itu berisi berita mengenai perkara besar yang semestinya diriwayatkan di depan orang banyak namun hanya diriwayatkan oleh seorang saja. Dengan demikian hadits tersebut justru menjadi tanda tanya besar utamanya oleh para ulama hadits, serta diasingkan oleh para peneliti hadits.
  • Hadits tersebut berisi ancaman atau siksa yang sangat berat terhadap suatu perbuatan remeh. Juga sebaliknya, hadits tersebut berisi tentang pahala yang amat besar bagi suatu amal yang remeh saja. Biasanya hadits-hadits semacam ini kebanyakan bermuatan cerita atau dongeng
  • Hadits-hadits yang meriwayatkan tentang keutamaan keluarga Nabi saw (ahlul bait) namun diriwayatkan oleh orang-orang dari golongan syi’ah Rafidhah[1].

[1] Dinamakan dengan Raafidhah, karena mereka menolak keimaman (kepemimpinan) Abu Bakr ash shidiq dan Umar ra.,  dikatakan juga bahwa mereka orang yang menolak (raafidh) agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: