Pembukuan Hadits Pada Periode Kedua dan Ketiga

19 Okt

Pembukuan al hadits atau as sunnah terjadi pada abad kedua, yaitu setelah berlalu masa khulafaur rasyidin, yang mana Al Qur’an telah terkumpul dalam mushaf dan banyak dihafal. Namun dalam pada itu problematika kaum muslimin semakin kompleks. Sejak masa Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. sudah muncul hadits-hadits palsu (maudhu’) dan bermunculan madzhab-madzhab yang awalnya adalah masalah politik semata tentang siapa yang berhak menjadi pemimpin kaum Muslimin saat itu.

Pada abad kedua ini peperangan sesama Muslimin telah terjadi, ulama-ulama hadits menjadi berkurang jumlahnya. Keadaan ini sangatlah mengkhawatirkan kaum muslimin seluruhnya. Maka dimulailah era pembukuan hadits-hadits Nabi Muhammad saw.

Pembukuan al hadits ini atas inisiatif dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang secara resmi telah menginstruksikan kepada seorang walikota Madinah yaitu Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, yang dikenal dengan Ibnu Hazm, dan seorang wanita ‘Amrah binti Abdur-Rahman (yang banyak meriwayatkan hadits Aisyah ra.), serta Ibnu Syihab az-Zuhry, seorang ulama besar di Hijaz dan Syam, untuk mengumpulkan hadits-hadits yang ada pada mereka.

Hadits-hadits tersebut setelah terkumpul dalam tulisan, kemudian dikirimkan kepada penguasa di tiap-tiap wilayah. Selama abad kedua tersebut tahun pun terus berlalu, dan setelah itu bermunculan ulama-ulama hadits yang mendewankan (kodifikasi) hadits seperti: Ibnu Juraij di Mekah; Abu Ishaq, Imam Malik di Madinah; Ar-Rabi’ bin Shabih, Hammad bin Salamah di Basrah; Sufyan as-Saury di Kufah, Al-Auza’iy di Syam; dan bahkan Imam Syafi’iy sudah mengklasifikasi al-hadits ke dalam spesifikasinya dan menulis kitab yang menjelaskan cara-cara mengkompromikan hadits yang kontradiktif; kemudian Imam Malik dengan kitabnya yang terkenal Al Muwatha’ yang di kemudian hari disyarah oleh As-Suyuthi dan Al Khaththabi juga meng-ikhtishar-kan kitab tersebut.

Namun kodifikasi hadits Nabi saw di zaman itu belum sempurna, karena masih bercampur dengan fatwa-fatwa para sahabat dan tabi’in. Semua kitab tersebut dibukukan bersama-sama, maka terdapatlah hadits-hadits marfu’, mauquf dan hadits-hadits maqthu’.

PEMISAHAN HADITS-HADITS TAFSIR DAN HADITS-HADITS SIRAH

Masih dalam abad kedua ini pula, mulai dipisahkan hadits-hadits tafsir dan hadits-hadits sirah. Pemrakarsa pemisahan hadits dari hadits-hadits sirah tersebut adalah Muhammad ibn Ishaq ibn Yassar al Muthalibi (151 H). Kitab ini diriwayatkan oleh Ibnul Hisyam, yakni Abu Muhammad Jamaluddin Ibnu Abdil Malik Ibnu Hisyam Al Himsyari Al Mu’afiri (151 – 213 H) kemudian terkenal dengan Sirah Ibnu Hisyam yang menjadi pokok atau induk dari kitab-kitab sirah yang berkembang sesudahnya. Kitab tersebut kemudian disyarah oleh Muhyidin Abdul Hamid dan Musthafa al Saqa.

ELIMINASI AL HADITS DARI FATWA-FATWA

Pada abad ketiga, para ulama hadits berusaha menyisihkan (eliminasi) al-hadits dari fatwa-fatwa sahabat dan tabi’in. Ulama hadits yang muncul pada awal abad ketiga ini seperti: Musa al-’Abbasi, Musaddad al-Bashri, Asad bin Musa, Nu’aim bin Hammad al Khaza’iy, Imam Ahmad bin Hambal. Pada awalnya masih terdapat hadits-hadits dha’if serta hadits-hadits maudhu’.

Baru pada pertengahan abad ketiga ini bermunculan ulama-ulama hadits yang membuat langkah penyelamatan dengan membuat kaidah-kaidah dan syarat suatu hadits apakah shahih atau dha’if. Mereka adalah: Muhammad bin Ismail al-Bukhary dengan kitabnya Al Jami’ush-shahih (Shahihul Bukhari); Imam Muslim bin Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi dengan kitabnya Shahihul Muslim. Serta kitab-kitab sunan: Sunan Abu Daud, Sunan At Turmudzy, Sunan An Nasa’iy dan Sunan Ibnu Majah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: