EMPAT PENGHALANG MEMAHAMI AL QUR’AN

21 Okt

Banyak orang tidak dapat memahami al-Qur’an karena ada beberapa sebab dan penghalang yang diletakkan oleh syetan dalam hati mereka, sehingga hati mereka tidak mampu melihat kandungan dan keajaiban-keajaiban serta rahasia al-Qur’an. Al Ghazali dalam At-takhalli ‘an mawani’ilfahmi menjelaskan bahwa penghalang tersebut ada empat:

Penghalang Pertama, perhatiannya hanya tercurah pada bagaimana mengucapkan huruf-huruf dengan benar pada makhrajnya. Aktivitasnya hanya terbatas pada merenungkan makharijul huruf saja.  Tugas ini dilakukan oleh syetan untuk mengalihkan perhatian para pembaca dari memahami makna-makna Kitabullah. Syetan terus mendorong pembaca al-Qur’an untuk mengulang-ulang huruf, dan memberikan kesan seakan-akan ia belum tepat betul dalam mengucapkannya sesuai dengan makhraj hurufnya. Dengan demikian bagaimana mungkin ia dapat memahami makna-makna ayat al-Qur’an? Orang yang mengikuti perasaan ini akan menjadi sumber tertawaan syetan.

Penghalang Kedua, taqlid kepada mazhab yang didengarnya, terpaku padanya serta fanatik kepadanya sehingga hanya mengikut saja apa yang didengar tanpa berusaha memahaminya dengan basyirah dan musyahadah (dengan mata hati atau pencarian/kesaksian langsung). Orang ini terikat dan tak bisa lepas oleh keyakinannya sehingga tak terlintas gagasan di benaknya kecuali atas apa yang diyakininya. Pandangannya hanya sejauh apa yang ia dengar. Jika ada cahaya dari jauh, dan tampak baginya makna yang bertentangan dengan apa yang pernah ia dengar sebelumnya, maka syetan berkata, “Mengapa mesti terlintas di pikiranmu, padahal bertentangan dengan keyakinan nenek moyangmu?”

Penghalang Ketiga, terus melakukan dosa, bersikap sombong, atau memperturutkan hawa nafsu duniawi. Hal tersebut membuat hati manusia berkarat, seperti halnya cermin kusam yang menutupi kejernihan kebenaran. Ini merupakan penghalang besar yang menjangkiti manusia dalam memahami kandungan al-Qur’an. Semakin besar syahwat, semakin besar pula penghalangnya. Hati itu seperti kaca, sedangkan syahwat adalah penghalangnya, sedangkan makna dan kandungan dalam al-Qur’an adalah seperti gambar-gambar yang terlihat dalam kaca. Membersihkan syahwat berarti seperti membersihkan permukaan kaca. Karena itu Allah s.w.t mensyaratkan taubat (inabah) untuk bisa mendapatkan pemahaman dan mengambil pelajaran.

Dan tiadalah mendapatkan pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).” (Al Mukmin:40)

“Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (Az Zumar: 9)

Orang yang mementingkan dunia daripada kenikmatan akhirat bukanlah ulul albab (orang yang berakal), dan ia tak akan dapat mengungkap rahasia dan kandungan al-Qur’an.

Penghalang Keempat, ia telah membaca tafsir al-Qur’an secara zahir dan meyakini bahwa tak ada makna-makna lain dalam kalimat Al Qur’an kecuali apa yang telah disebutkan dalam nukilan Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya, dan bahwa apa yang di luar itu adalah tafsir hawa nafsu yang akan menempati neraka.

Hal tersebut juga merupakan penghalang yang berat dalam memahami kandungan Al Qur’an. Mengapa demikian? Karena bisa jadi Allah membukakan hati untuk mendapatkan banyak pemahaman yang tidak bertentangan dengan zahir (nash) dan tidak bertentangan pula dengan pendapat-pendapat para mufassir yang terpercaya. Ali ra. berkata, “Kecuali seorang hamba yang dikaruniai Allah pemahaman tentang al-Qur’an”.

Seandainya makna al-Qur’an itu terbatas pada makna yang zahir dan manqul (berdasar periwayatan) saja niscaya manusia tak akan berselisih pendapat mengenainya. Namun pemahaman-pemahaman ini harus didasarkan pada kaidah-kaidah bahasa dan hal-hal yang telah baku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: