KEMULIAAN KELUARGA IBRAHIM AS

22 Okt

Keluarga Ibrahim as. memiliki sifat dan karakter yang kuat sehingga menjadi identitas tersendiri untuk diteladani. Nabi Ibrahim as. adalah sosok yang luar biasa, beliau adalah bapak para Nabi dan Rasul, bapak dari bangsa Arab khususnya dan umumnya beliau adalah bapak peradaban yang patut dijadikan teladan bagi individu, masyarakat maupun bangsa.

Di bulan Dzulhijjah kaum muslimin menapak tilas kisah pengorbanan Nabi Ibrahim as. Pada mulanya beliau menempatkan istrinya Hajar dan putranya Ismail di sebuah lembah Hijaz yang merupakan padang nan tandus lagi tak berpenghuni. Kemudian karena perintah Allah, beliau harus ke Palestina untuk menebarkan risalah Islam dan membangun tempat ibadah (ma’bad) yang sekarang menjadi Masjid Al Aqsha. Karenanya ia harus meninggalkan istri dan anaknya di padang tandus tersebut.

Dalam beratnya perjuangan menegakkan risalah Ilahiyah dengan meninggalkan keluarga tercinta tersebut do’a Ibrahim as. tidaklah terfokus pada keberlangsungan kehidupan atau kesejahteran keluarganya saja sebagaimana dimunajatkan oleh hampir seluruh manusia, namun beliau meminta agar keluarganya menjadi orang-orang yang mendirikan shalat.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Ibrahim: 37)

Beliau sangat yakin bahwa hanya dengan taqwa-lah segala pertolongan Allah datang. Sebagaimana hal ini tersebut dalam firmanNya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (Ath Thalaq: 2,3) dan “.. barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath Thalaq:4)

Dalam masalah ini kita juga patut mengambil ibrah (pelajaran) dari kata-kata Khalifah Umar bin Abdul Aziz tatkala beliau dinasihati oleh para staffnya untuk mengumpulkan harta untuk bekal anak keturunannya, namun ia  menolak usulan tersebut dengan menjawab: “Kalau seandainya keturunanku itu bertaqwa, maka pasti Allah akan menjamin kehidupannya, dan kalau sekiranya fasiq, maka aku tidak ingin membantu mereka dalam kefasikannya dengan harta yang kuwariskan”.

Dalam do’a Nabi Ibrahim as tersebut, permohon rizqi dimunajatkan setelah beliau berkeinginan agar keluarga dan keturunannya mendirikan shalat dan berakhlaq mulia sehingga dicintai manusia. Permohonan materi pun dimaksudkan agar mereka senantiasa bersyukur dengan hartanya. Hal ini menandakan bahwa beliau adalah pemimpin keluarga dan sosok pemimpin umat yang visioner.

Adapun Hajar, istrinya, ia sosok wanita damai dalam kepemimpinan Ibrahim as, suaminya. Ia pun merelakan kepergian suaminya karena yakin itu perintah Allah, serta keyakinan bahwa Allah swt. tak akan menyia-nyiakan hambaNya. Dan benarlah bahwa Allah memberkahi ibu dan anak ini dengan dikeluarkannya mata air zam-zam. Hingga dalam beberapa kurun waktu kepergian sang ayah, Hajar dan putranya (Ismail), berjuang mencukupi kebutuhan mereka sendiri. Hajar  meneruskan bimbingan (tarbiyah) suaminya kepada putranya hingga menjadi remaja yang shalih dan dicintai orang-orang di sekitarnya.

Keshalihan Ismail tampak jelas tatkala Allah swt. menguji kelurga ini dengan perintah kepada Ibrahim as. untuk menyembelih putranya. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!

Ia menjawab: Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar…” (Ash Shaffat: 102 -107)

Ini adalah satu-satunya perintah amat berat yang tak pernah dibebankan Allah swt. kepada selain beliau. Dalam mengamalkan perintah Allah swt. ini pun Nabi Ibrahim as. dihadang oleh setan yang dengan berbagai cara dan bujuk rayu agar Ibrahim as. membatalkan niatnya. Namun keluarga Ibrahim as. justru melempari setan tersebut, mereka adalah keluarga yang menjauhkan setan dari setiap aktivitas kehidupannya. Itulah keluarga yang dimuliakan Allah swt. karena kebersihan tauhidnya, kesungguhan ibadahnya, serta kebagusan akhlaqnya.

Pemuliaan Allah swt. terhadap keluarga Ibrahim as. mencapai puncaknya tatkala perintah Allah swt untuk membangun Baitullah (Ka’bah) di tempat keluarga mulia ini tinggal. Hingga hari ini seluruh manusia mengetahui Baitullah adalah tempat ibadah yang sangat monumental dan tak akan tertandingi kemuliaanya hingga hari kiamat. Selanjutnya negeri tempat Ibrahim as. membangun Baitullah itu di doa’kan olehnya:

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Al Baqarah :126)

Doa beliau pun dikabulkan dan sekarang padang Hijaz tersebut kita kenal dengan Makah Al Mukaromah. Seluruh kaum muslimin menapaktilas perjuangan keluarga ini. Begitulah Allah swt senantiasa membersamai keluarga dan orang-orang yang bertaqwa.

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An Nahl: 128)

2 Tanggapan to “KEMULIAAN KELUARGA IBRAHIM AS”

  1. hidayat nomor wahid 23/10/2012 pada 09:46 #

    Allahumma shalli “ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim….

    • Roz 23/10/2012 pada 10:14 #

      wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarakTa ‘ala Ibrahim wa ‘ala aali Ibrahim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: