PUASA ARAFAH

25 Okt

Bulan Dzulhijah adalah salah satu dari bulan haram yang empat (asyharul hurum: Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharam dan Rajab) yang terkenal dan termasuk bulan haji. Sepuluh hari yang pertama adalah seutama-utama hari sepanjang tahun, sebagaimana dituturkan beberapa hadits.

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada hari-hari amal shalih yang terdapat di dalamnya yang lebih dicintai Allah selain hari-hari ini, yaitu hari-hari yang sepuluh.”

Para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allah?”

Rasul saw menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sesuatu pun darinya”. (HR Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Riwayat lain menyebutkan,

“Tidak ada suatu hari yang lebih mulia di sisi Allah dan amal di dalamnya lebih dicintai oleh Allah, selain hari-hari yang sepuluh. Maka perbanyaklah di dalamnya bacaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir”. (HR Thabrani dalam Al Kabir dengan sanad yang baik)

Sa’id bin Zubair ketika memasuki hari-hari yang sepuluh ini, berjuang dalam ibadah dengan sungguh-sungguh hampir tidak kuat lagi melakukannya.

Puasa di hari-hari yang sepuluh ini merupakan seagung-agung media bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. (kecuali hari kesepuluh –hari ‘Id- yang diharamkan berpuasa).  Di antara yang sepuluh ini, yang paling utama adalah hari kesembilan, hari Arafah, yaitu hari ketika para jama’ah haji wuquf dalam keadaan kusut masai dengan pakaian ihram, yang serupa dengan kain kafan, untuk menyambut secara total seruan Allah swt. dengan penuh ketundukan. Para jama’ah haji mendekatkan diri mereka kepada Allah swt. dengan ihram, talbiyah (do’a/ikrar penyambutan) dan do’a.

Sedangkan selain mereka, umat Muslim di rumah masing-masing mendekatkan diri kepada Tuhannya dengan berpuasa. Nabi saw ditanya tentang puasa Arafah, beliau bersabda, “Menghapuskan (dosa) tahun yang lalu dan yang masih tersisa”. (HR Muslim dan lainnya dari Qatadah)

Dalam satu riwayat beliau bersabda, “Puasa hari Arafah, saya berharap kepada Allah, dapat menghapus (dosa) setahun sesudahnya dan setahun sebelumnya”. (HR Tirmidzi)

Namun apakah menyangkut mereka yang wuquf di Arafah juga? Jumhur ulama berpendapat bahwa dianjurkannya puasa hanya untuk mereka yang bukan jama’ah haji.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. melarang puasa hari Arafah bagi mereka yang berada di Arafah. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari Ummul Fadl (istri Abbas), bahwa mereka mengeluhkan puasa Nabi saw. di hari Arafah, lalu dikirimkanlah kepada beliau susu dan beliau pun meminumnya, sementara beliau tengah berkhutbah di Arafah. (HR Muttafaq ‘alaih).

Hal ini menunjukkan tentang tidak disyari’atkannya puasa bagi mereka yang tengah wuquf di momentum yang agung ini. Hikmahnya adalah bahwa puasa boleh jadi bisa melemahkan mereka dalam berdzikir dan berdo’a serta dalam menunaikan kewajiban haji. Selain bahwa hari tersebut adalah hari raya bagi mereka yang wuquf karena mereka berkumpul di Padang Arafah. Ini ditunjukkan oleh hadits riwayat Umar tentang turunnya firman Allah swt: “Hari ini telah KU-sempurnakan untuk kalian agama kalian”.  (Al Maidah: 3)

Hadits Uqbah bin Amr menyebutkan bahwa hari Idul Fitri, Idul Adha, dan hari-hari Tasyriq[1] adalah hari raya kita, umat Islam. Ia merupakan hari makan dan minum (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i dan Hakim, sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Jami’ ash-shaghier no. 8192).

Dengan demikian  hari Arafah adalah sederajat dengan hari raya dan hari Tasyriq bagi jama’ah haji.


[1] Hari tasyriq adalah lanjutan dari hari raya Idul Adha. Ia merupakan hari-hari penyempurna dan membersamakan  dengan syari’at takbir setelah shalat Id dan pensyari’atan qurban. Dinamakan tasyriq (bercahaya) karena daging-daging qurban bercahaya ketika itu, yaitu memenuhi  cahaya matahari karena terpotong-potong dan terpelihara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: