Tarbiyah Dzatiyah

4 Nov
Tarbiyah Dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan) yang diberikan oleh seorang muslim atau muslimah kepada dirinya sendiri untuk membentuk kepribadian Islami yang sempurna dalam segala aspeknya, baik ruhiyah, fikriyah, maupun jasadiyah. Dengan demikian, secara singkat tarbiyah dzatiyah bisa diartikan sebagai tarbiyah mandiri.
Zaman sekarang ini hal ini sengatlah diperlukan karena penjagaan diri mestilah didahulukan daripada menjaga orang lain. Jika kita tidak mentarbiyah diri lantas siapakah yang mentarbiyah kita? Sedangkan hisab kelak di hari kiamat bersifat individual.
Dengan Tarbiyah dzatiyah, insya Allah seseorang akan lebih mampu menghasilkan perubahan, lebih tsabat dan hal ini merupakan sarana dakwah diri atau perbaikan yang hebat. Inilah yang telah difirmankan Allah agar menjadi perhatian kita:
Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (QS. At-Tahrim : 6)
Mengabaikan mentarbiyah diri sendiri maka akan kehilangan waktu-waktu ketaatan dan momentum kebaikan. Sementara hari dan umur terus bergulir sedang ia hidup dalam kegelisahan dan kerugian hingga ajal menjemputnya, serta dikumpulkan di yaumul hisab.
(Ingatlah) hari Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan (QS. At-Taghabun : 9)
Hisab kelak bersifat individual setiap orang kelak dimintai pertanggungjawaban tentang diri atau buruknya.
Dan setiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (QS. Maryam : 95)
Disebutkan di hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Setiap orang dari kalian pasti diajak bicara Tuhannya, tanpa penerjemah antara dirinya dengan-Nya (Muttafaq alaih)
Karena itu, barangsiapa mentarbiyah dirinya, insya Allah hisabnya diringankan dan ia selamat dari siksa, dengan rahmat Allah swt
Setiap orang pasti memiliki aib, kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat, baik maksiat kecil atau dosa. Jika masalahnya seperti itu, ia perlu memperbaiki diri sebelum menimbulkan musibah. Dalam pada itu seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya atau memperbaiki aib-aibnya dengan sempurna dan permanen jika ia tidak melakukan upaya perbaikan dengan tarbiyah dzatiyah.
Seseorang itu lebih mengetahui dirinya sendiri dan rahasianya. Ia lebih tahu kekurangannya dan aib-aibnya sendiri. Jika ia menginginkan pembinaan dirinya, ia juga lebih mampu mengendalikan dirinya menuju manhaj tertentu, perilaku utama, dan gerakan yang bermanfaat. Oleh karenanya hendaknya kita mencari sarana untuk mentarbiyah diri. Kita bisa melakukan aktivitas seperti Muhasabah, Taubat, Mencari ilmu dan memperluas wawasan, Memperbanyak amal-ibadah, Memperbaiki akhlaq, Terlibat aktif dalam kegiatan dakwah dan Mujahadah adalah sarana-sarana untuk itu.
Sumber: Al-Aidan, Abdullah bin Abdul Aziz: At-Tarbiyah Adz-Dzaatiyah Ma’alim Wa Taujihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: