Kehujahan As Sunnah (1)

27 Nov

Terdapat argumen atau dalil yang menunjukkan dengan jelas bahwa as sunnah itu merupakan hujah di samping Al Qur’an. Untuk itu umat Islam hendaknya mengetahui kedudukan as sunnah terhadap Al Qur’an, yang salah satunya adalah sebagai penafsir terhadap Al Qur’an. Ia merupakan implementasi realistis serta ideal dari Al Qur’an. Kepribadian Nabi Muhammad saw. adalah merupakan pengejawantahan Al Qur’an dalam sebuah ajaran Islam. Tatkala Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra, ditanya tentang budi pekerti Rasulullah saw., ia menjawab:

Budi pekertinya adalah Al Qur’an” (HR. Muslim)

Maka seluruh peri kehidupan (sunnah) beliau merupakan ajaran Al Qur’an. Kemudian para sahabat telah bersepakat serta menetapkan wajib ittiba’ terhadap sunnah Nabi saw, baik tatkala beliau masih hidup ataupun sepeninggalnya. Sehingga as sunnah menjadi pedoman hidup atau sumber hukum setelah Al Qur’an, dan sama sekali tidak boleh diingkari kedudukannya.

Al Qur’an telah tegas menguatkan kedudukan as sunnah ini. Dasar utama dari kenyataan itu adalah berbagai petunjuk Al Qur’an, di antaranya adalah:

Katakanlah: “Ta`atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (Ali Imran: 32)

“Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah”. (An Nisa : 80)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al Ahzab : 21)

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (Al Hasyr: 7)

“Dan tidaklah dia berbicara dari kemauannya sendiri melainkan itu adalah wahyu yang diwahyukan.” (al-najm: 3-4)

Dan Allah menurunkan kepadamu al-kitab (al-Qur`an) dan al-Hikmah (al-Sunnah).” (al-Nisa’; 113)

Begitu penting perkara ini hingga Rasululah saw. memberi penghargaan khusus kepada para periwayat dan pengajar hadits.

“Rasulullah saw. berdo’a: “Ya Allah, rahmatilah khalifahku”. Wahai Rasulullah, siapakah khalifah tuan? Tanya kami. “Yaitu orang yang meriwayatkan hadits-haditsku dan mengajarkannya kepada manusia”. (HR At-Thabrani)

Karena itu sesungguhnya Al-Qur`an lebih membutuhkan kepada As-Sunnah daripada As-Sunnah kepada al-Qur`an. As-Sunnah itu sama kedudukannya dengan Al-Qur`an dalam hal menghalalkan dan mengharamkan. Rasulullah  saw bersabda:

Ingatlah aku ini diberi Al-Qur`an dan yang semisalnya bersamanya.” (HR. Ahmad, hakim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah dan Darimi, Shahih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: