TRIBULASI SUNNAH

9 Jan

tribulasi sunnahApa pun terpaan terhadap Sunnah Nabi saw, Allah swt akan tetap menjaganya sejak awal mula hingga akhirnya, keberadaannya tetap mendapatkan perhatian dari para pengikutnya dengan suatu perhatian yang tidak pernah diterima oleh sumber agama manapun. Sejak zaman Nabi sunnah itu telah ditulis. Generasi demi generasi telah menjaga sunnah dengan baik sehingga tidak hilang dan tidak berkurang tetap orsinil dan bisa dipisahkan dari kepalsuan-kepalsuan. Pada zaman sahabat tidak ada orang yang meragukan hujah sunnah dalam tasyri’ atau orang yang hanya mengajak kepada Al-Qur`an saja tanpa panduan sunnah kecuali karena kebodohan individu.
Hanya pada akhir abad kedua itulah muncul kelompok ingkar sunnah di kota Bashrah Iraq, dan itu pun langsung ditangkal oleh Imam Syafi’i sebagai pendekar sunnah (nashirus-sunnah).
Pada abad ketiga dan seterusnya hampir tidak disebut pengingkar sunnah secara mutlak melainkan pengingkar sunnah ahad saja yang dipelopori oleh Mu’tazilah dan Khawarij.
Adapun pemalsuan hadits maka telah terjadi sejak terbunuhnya Utsman ra, dan kemudian semakin menjadi-jadi lewat tangan orang-orang Syi’ah dan orang-orang yang berhati jahat lainnya. Tetapi para ulama telah berhasil mengungkap kebohongan mereka.
Sebelas abad kemudian tepatnya abad 14 H muncul orang-orang yang meragukan sunnah. Sayyid Ahmad Khan (1817-1890) tokoh liberal dari India dalam taraf tertentu dapat dipastikan sebagai pemuka skeptisisme terhadap hadits pada periode modern islam. Ahmad khan beranggapan bahwa banyak matan hadits yang berisi hal-hal yang meragukan dan tidak lazim.
Pandangan Ahmad Khan ini dikembangkan oleh Chiraq Ali dan Muhsin Al-Muluk dengan thesis bahwa hadits sering disampaikan hanya maknanya bukan kata-kata aktual Nabi .
Bahkan Ghulam Ahmad Parwez (Pakistan) sampai berani mengatakan bahwa hadits shahih pun tidak mengikat umat Islam dewasa ini sebab pernyataan-pernyataan dan tindakan Nabi ekstra Qur`ani (di luar petunjuk al-Qur`an) tidak luput dari kesalahan, lagipula tafsir Nabi hanya berlaku pada masanya.
Ironisnya ingkar sunnah pada saat sekarang ini sanadnya malah berakhir pada orang kafir yaitu Prof. Dr. Ignaz Goldziher (1850-191) Yahudi tulen dari Honggaria yang biasa disebut sebagai bapak ingkar sunnah modern. Dan juga seorang orientalis lain yaitu Joseph Schact (1902-1969) Yahudi dari Jerman.
Dari aneka ragam golongan ingkar sunnah tersebut dari zaman awal keberadaannya hingga sekarang sebenarnya bisa diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu:
o Kelompok ingkar sunnah mutlak
o Kelompok yang mengingkari sebagian sunnah
o Komunitas “sanad manqul”.
Mereka memiliki cara pandang sendiri terhadap sunnah yang mengakibatkan tertolaknya sunnah Nabi saw. Cara pandang mereka terhadap sunnah menempatkan mereka pada bahaya pemikiran, sikap dan perilaku, bagi individu maupun masyarakat Islam, juga bagi da’wah Islamiyah. Masing-masing memiliki konsekuensi sendiri-sendiri.
Seluruh ulama terdahulu, generasi salafush-shalih telah ber-ijma’ (bersepakat) bahwa sunnah Nabi adalah wahyu yang maksum, ia adalah sumber Islam kedua setelah al-Qur`an dan kedudukannya sama dengan al-Qur`an, wajib diterima dan diimani maka siapa yang menolak sunnah secara total ia adalah sesat dan kafir, karena ia telah memusuhi Rasul saw dan mengingkari ijma’ orang-orang Mukmin
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. An-Nisa: 115)
Karena itu pula, Majelis Ulama Indonesia telah memutuskan pada tanggal 16 Ramadhan 1403 H (27 Juni 1983) sebagai berikut:
1. Aliran yang tidak mempercayai hadits Nabi sebagai sumber hukum syari’at Islam adalah sesat menyesatkan dan berada di luar agama Islam.
2. Kepada mereka yang secara sadar atau tidak, telah mengikuti aliran tersebut agar segera bertaubat.
3. Menyerukan kepada ummat Islam untuk tidak terpengaruh dengan aliran yang sesat itu.
4. Mengharapkan kepada para ulama untuk memberikan bimbingan dan petunjuk bagi mereka yang ingin bertaubat.
5. Meminta dengan sangat kepada pemerintah agar mengambil tindakan tegas berupa larangan terhadap aliran yang tidak mempercayai hadits Nabi Muhammad saw sebagai sumber syari’at Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: