MENOLAK HADITS SHAHIH

21 Apr

kitab-ktab haditsMenolak hadits shahih itu derajatnya sama dengan menerima hadits palsu. Sedangkan menerima hadits palsu merupakan perbuatan tercela, sebab memasukkan sesuatu yang bukan agama dan menganggapnya sebagai nilai agama. Para pelakunya akan tertuduh sebagai ahli bid’ah, karena mengada-ada dan mengikuti prasangka dalam beragama[1].

Namun jika seseorang menolak hadits yang dinilai shahih, karena memang dipandangnya bertentangan dengan Al Qur’an misalnya, maka kita harus berhati-hati dengan hal ini. Harus dilihat dulu siapa yang menolak hadits tersebut, mengapa menolak dan apa alasannya. Kasus semacam ini harus disikapi dangan adil dan benar. Jika penolakannya dilakukan oleh seseorang yang tidak mendalam ilmunya, semata-mata hanya karena dianggap musykil, bertentangan dengan dalil ilmiah dan teologis mereka, maka bisa masuk dalam kategori ingkar sunnah.

Namun perkaranya akan menjadi lain jika penolakannya itu berdasarkan ijtihad. Maka sikap tersebut terma’afkan bahkan bisa mendapat nilai ijtihad. Dalam hal ini tidak boleh ada vonis ingkar sunnah terhadapnya. Kasus semacam ini sebenarnya lumrah, karena pada dasarnya ia tetap menerima hadits, namun ada perbedaan padangan dalam menakar kadar keshahihan suatu hadits. Mungkin ulama lain mengatakan shahih, namun bagi dia sebagai hadits yang syubhat.

Terdapat contoh dalam kehidupan sahabat, yaitu pada kisah Ummul Mu’min, A’isyah ra, yang memiliki pandangan khusus tentang sebagian hadits yang dinilainya bertentangan dengan dzahir dari Al Qur’an. Beliau menolak hadits-hadits tersebut dan menganggap para sahabat yang meriwayatkannya kurang cermat dalam mendengarkan dan menerima hadits-hadits dari Nabi saw. Misalnya hadits tentang, “Sesungguhnya orang yang meninggal akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadap dirinya”, A’isyah menilai hadits ini bertentangan dengan ayat, “Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”. [2] Padahal hadits ini diriwayatkan oleh banyak sahabat.

Juga tentang hadits, “Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang dikurungnya”. [3] Aisyah ra berpendapat bahwa seorang mu’min tidak layak mendapat siksa hanya karena seekor kucing. Selanjutnya Aisyah ra menyebutkan bahwa wanita yang dimaksud oleh hadits adalah wanita kafir.

Atau hadits tentang berdirinya Nabi saw di sumur Badr seraya memanggil tokoh-tokoh Quraisy setelah dikuburkan, “Apakah kalian telah mendapatkan bahwa apa yang dijanjikan Allah kepada kalian adalah benar? Sungguh aku telah mendapatkan bahwa apa yang dijanjikan Allah kepadaku adalah benar”. Maka hadits ini pun dita’wilkan Aisyah ra bahwa hadits tersebut bertentangan dengan ayat, “Dan sekali-kali kamu tiada dapat menjadikan orang yang di dalam kubur bisa mendengar”.[4]

Padahal jumhur (mayoritas) sahabat tidaklah berpendapat demikian, mereka juga menyanggah pendapat Aisyah ra dengan hadits-hadits lainnya. Sekalipun demikian tak seorang sahabatpun dan juga tabi’in yang menuduh Ummul Mu’minin sebagai orang yang lemah iman atau ingkar sunnah.


[1] QS An Najm: 23 : “Sungguh mereka itu tak lain hanyalah mengikuti persangkaan dan hawa nafsu mereka”, dan QS An Najm: 28: “Mereka itu tak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, sedangkan persangkaan itu tidak mendatangkan faedah sedikitpun terhadap kebenaran”.

[2] QS Al An’am: 164

[3] Dari Ibnu Umar, dari Nabi saw: “Seorang wanita mendapat siksaan disebabkan seekor kucing. Ia mengurungnya hingga mati kelaparan, dan karenanya wanita itu masuk neraka. Allah berfirman kepadanya, “Engkau tidak memberinya makan dan tidak memberinya minum ketika mengurungnya. Dan engkau pun tak melepaskannya sehingga ia dapat memakan serangga-serangga yang ada di tanah”. (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Imam Ahmad juga merawikannya dari Jabir, bahwa Nabi saw bersabda, “Seorang wanita diazab karena seekor kucing yang dibiarkannya terikat sampai mati. Ia tidak melepaskannya sehingga dapat memakan serangga-serangga yang ada di tanah”.

[4] QS Al Fathir: 22

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: