Bid’ah Dalam Pandangan Ahli Hadits

15 Mei

Definisi bid’ah menurut Imam Asy Syathibi (ahli ushul fiqh dan hafidz hadits, juga seorang imam madzhab Maliki) adalah “Cara beragama yang dibuat-buat, meniru syari’at, yang dimaksudkan sebagai cara berlebihan dalam beribadah kepada Allah swt. Adapun bid’ah yang dimaksud oleh para ahli hadits adalah yang berkenaan dengan perjalanan, pendirian atau kepercayaan yang dipegang oleh seseorang atau suatu golongan. Sementara itu, suatu pendirian, perjalanan atau keyakinanan itu disebut juga madzhab. Pada proses perjalanannya para ahli hadits juga menemui periwayatan dari ahli bid’ah, yaitu madzhab-madzhab yang dikatakan sebagai bid’ah, di antaranya:

  1. Murji’ah. Yaitu golongan yang menangguhkan keputusan tentang hukum bagi orang yang mengerjakan dosa-dosa besar, dan meninggalkan amal-amal wajib. Golongan ini tidak menghukumi kufur atas orang-orang tersebut dan tidak pula memfasikkan. Mereka menyerahkan hukumannya di akhirat nanti. Orang-orang yang berpegang kepada madzhab ini dikatakan Murji’.
  2. Syi’ah. Yaitu satu golongan yang sangat berlebihan cinta kepada khalifah Ali, dan menganggap Ali yang paling berhak menjadi khalifah, serta mereka tidak suka kepada Abu Bakr, Utsman, Mu’awiyah dan Aisyah. Orang yang berpendirian demikian disebut Syi’i.
  3. Rafidhah, yaitu golongan melebihkan Ali daripada Abu Bakr dan Umar. Golongan ini mempercayai bahwa Allah swt menyatu dalam diri Ali  ra dan imam-imam yang lain . Selain itu mereka juga percaya  bahwa Ali ra akan kembali ke dunia sebelum hari Kiamat. Orang yang bermadzhab demikian disebut Rafidhi.
  4. Qadariyah, yaitu satu kaum yang menganggap bahwa kejahatan itu semata-mata perbuatan manusia. Orangnya disebut Qadari.
  5. Jahmiyah, yaitu satu kelompok yang meniadakan sifat-sifat Allah yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an atau sunnah. Mereka berkata bahwa Al Qur’an itu makhluq. Orang yang menganut paham demikian disebut Jahmi.
  6. Nashibah, yaitu suatu golongan yang berpendirian membenci Ali ra. Orang yang bermadzhab demikian disebut Nashibi.
  7. Khawarij, yaitu orang-orang yang tidak mau menerima keputusan Ali serta berlepas diri daripadanya, dari Utsman serta anak cucunya. Seorang yang berpendirian seperti itu disebut Khariji.
  8. Waqf, yaitu satu pendirian yang tidak menganggap Al Qur’an sebagai makhluq dan tidak menganggap bukan makhluq. Jadi golongan ini tidak berkata apa-apa tentang kejadian Al Qur’an. Orang yang berpendirian demikian disebut Waqif.

Selain madzhab-madzhab tersebut masih ada madzhab-madzhab yang merupakan cabang dari madzhab tersebut. Jadi jika kita menemukan istilah Riwayat Ahli Bid’ah, maka yang dimaksud adalah “Suatu hadits yang dalam sanadnya terdapat rawi ahli bid’ah”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: