Penyakit Dalam Penyampaian Hadis

3 Okt

Ada tiga perilaku buruk yang menjadi penyebab datangnya penyakit dalam penyampaian sunah-sunah nabi saw, yaitu: ulah kaum ekstrim, sesat dan bodoh. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Tammam dalam Fawa-id, serta Ibn ‘Adiy dan beberapa selain mereka, dari Nabi saw:

” يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُولُهُ ، يَنْفُونَ عَنْهُ تَحْرِيفَ الْغَالِينَ ، وَانْتِحَالِ الْمُبْطِلِينَ ، وَتَأْوِيلِ الْجَاهِلِينَ “

“Ilmu ini akan dibawa dan dipelihara oleh orang-orang adil dari setiap generasi. Mereka ini akan membersihkannya dari tahrif (penyimpangan) kaum ekstrim, manipulasi kaum sesat, dan penafsiran orang-orang jahil”.

Hadits ini disebutkan oleh Ibn Al Qayyim dalam Miftah Dar As-Sa’adah, dan menilainya sebagai hadis yang kuat, karena periwayatannya melalui beberapa jalur (jilid 1/163-164: cetakan Darul-Kutub Al Ilmiyah, Beirut). Demikian juga Ibn Al Wazir menganggapnya sebagai shahih atau hasan, mengingat banyaknya jalur periwayatannya, dan juga adanya pen-shahih-an dari Imam Ahmad dan Al Hafidz Ibn Abd Al-Barr, serta tarjih dari Al ‘Uqailiy terhadap isnadnya. Mereka ini cukup dikenal luas ilmunya serta amanatnya.

Penyakit pertama adalah ulah kaum ekstrim yang membuat tahrif yaitu penyimpangan atau distorsi terhadap hadis lantaran merasa paling tahu lalu pergi menjauh dari sikap pertengahan, dari jalan yang lurus dan lapang serta membuang kemudahan-kemudahan dalam beragama. Ini adalah sikap yang berlebih-lebihan (ghuluw) yang telah menjadi ciri Ahlul Kitab yang mana mereka telah berlebihan dalam aqidah, ibadah serta perilaku, sebagaimana dinyatakan Al Qur’an:

“Hai Ahli Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kalian mengikuti hawa nafsu orang-orang dahulu yang telah sesat dan menyesatkan kebanyakan manusia, dan mereka sendiri tersesat dari jalan yang lurus” (Al Maidah:77)

Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw: “Janganlah sekali-kali kalian bersikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama, sebab sikap itulah yang telah membinasakan orang-orang dahulu sebelum kalian” (HR Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah, Al Hakim, Ibnu Khuzaiamah dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas; sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jami’ as-shaghir wa ziyadatuhu (2680).

Ibnu Mas’ud juga merawikan dari beliau (saw): “Sungguh telah binasa orang-orang yang suka berlebih-lebihan (beliau mengulanginya tiga kali)” (HR Muslim, dalam Shahih-nya, bab “al-ilmu”)

Penyakit kedua adalah manipulasi orang-orang sesat, mereka memasukkan kepalsuan ke dalam manhaj nabawi, melekatkan pelbagai bid’ah dan dengan sembarangan mengatakan: “Telah bersabda Rasululah saw…” walaupun tanpa bukti. Namun usaha ini akan digagalkan oleh para pakar umat penghafal hadis, sebab mereka (penghafal hadis) tak mau menerima hadis tanpa sanad, dan tak mau menerima sanad tanpa menguraikan perawinya satu demi satu, hingga dikenal silsilah, kejujuran, kekuatan hafalan, ketaqwaan, apakah sanad bersambung dari awal sampai akhir atau tidak,..dsb., hingga akhirnya sebuah hadis diterima atau ditolak. Dan karena itulah isnad (periwayatan hadis dengan menyebut rangkaian perawinya) adalah bagian dari agama. Seandainya tak ada isnad maka setiap orang dapat berkata apa saja yang dikehendakinya.

Kemudian yang ketiga adalah penafsiran orang-orang jahil dengan mencari-cari ta’wil di atas hawa nafsu, mereka merusak hakikat beragama, menyelewengkan konsep karena lemah referensi dan pemahaman  serta tidak mampu mengambil jiwa atau hakikat. Pemahaman yang buruk dengan apa yang berasal dari Allah dan RasulNya adalah awal mula bid’ah dan kesesatan serta awal kekeliruan dalam ushul wal furu’ (pokok dan cabang agama). Lebih-lebih jika hal tersebut di bangkitkan dari niat yang buruk tokoh-tokohnya, mereka memperlakukan agama secara terbalik dengan mencocokkan keyakinan yang dianutnya dengan apa yang dibawa Rasulullah saw, maka muncullah bencana agama terhadap pemeluknya. Kebanyakan mereka adalah sekte sesat dan menyempal dari umat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: